Headlines News :
Home » » Keutamaan Menunaikan Zakat

Keutamaan Menunaikan Zakat

BISMILLAH : Dan apabila aku sakit DIA-lah (Allah SWT) yang menyembuhkannya -Asy Syuaraa : 80-

GURAH_ZAKAT-1


1. Menyempurnakan keislaman seorang hamba.

Zakat merupakan bagian dari rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan suatu tujuan/hikmah yang amat agung dan setiap muslim pasti selalu berusaha agar keislamannya menjadi sempurna.

2. Menunjukkan benarnya iman seseorang.

Sesungguhnya harta adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh jiwa. Sesuatu yang dicintai itu tidaklah dikeluarkan kecuali dengan mengharap balasan yang semisal atau bahkan lebih dari yang dikeluarkan. Oleh karena itu, zakat disebut juga shodaqoh (yang berasal dari kata shiddiq yang berarti benar/jujur, -pen) karena zakat akan menunjukkan benarnya iman muzakki (baca: orang yang mengeluarkan zakat) yang mengharapkan ridha Allah dengan zakatnya tersebut.

3. Membuat keimanan seseorang menjadi sempurna.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri."[11]

Sebagaimana kita mencintai jika ada saudara kita meringankan kesusahan kita, begitu juga seharusnya kita suka untuk meringankan kesusahan saudara kita yang lain. Maka pemberian seperti ini merupakan tanda kesempurnaan iman kita.

4. Sebab masuk surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَافَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

"Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya." Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda : "Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur."[12] Setiap kita tentu saja ingin masuk surga.

5. Menjadikan masyarakat Islam seperti keluarga besar (satu kesatuan).

Karena dengan zakat, berarti yang kaya menolong yang miskin dan orang yang berkecukupan akan menolong orang yang kesulitan. Akhirnya setiap orang merasa seperti satu saudara. Allah Ta’ala berfirman :

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ

Wa-ahsin kamaa ahsana allaahu ilayka

"Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu" (QS. Al Qoshosh : 28 ; 77)

6. Memadamkan kemarahan orang miskin.

Terkadang orang miskin menjadi marah karena melihat orang kaya hidup mewah. Orang kaya dapat memakai kendaraan yang dia suka (dengan berganti-ganti) atau tinggal di rumah mana saja yang dia mau. Tidak ragu lagi, pasti akan timbul sesuatu (kemarahan, -pen) pada hati orang miskin. Apabila orang kaya berderma pada mereka, maka padamlah kemarahan tersebut. Mereka akan mengatakan,”Saudara-saudara kami ini mengetahui kami berada dalam kesusahan”. Maka orang miskin tersebut akan suka dan timbul rasa cinta kepada orang kaya yang berderma tadi.

7. Menghalangi berbagai bentuk pencurian, pemaksaan, dan perampasan.

Karena dengan zakat, sebagian kebutuhan orang yang hidupnya dalam kemiskinan sudah terpenuhi, sehingga hal ini menghalangi mereka untuk merampas harta orang-orang kaya atau berbuat jahat kepada mereka.

8. Menyelamatkan seseorang dari panasnya hari kiamat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ امْرِئٍ فِى ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

"Setiap orang akan berada di naungan amalan sedekahnya hingga ia mendapatkan keputusan di tengah-tengah manusia."[13]

9. Seseorang akan lebih mengenal hukum dan aturan Allah.

Karena ia tidaklah menunaikan zakat sampai ia mengetahui hukum zakat dan keadaan hartanya. Juga ia pasti telah mengetahui nishob zakat tersebut dan orang yang berhak menerimanya serta hal-hal lain yang urgent diketahui.

10. Menambah harta. Terkadang Allah membuka pintu rizki dari harta yang dizakati.

Sebagaimana terdapat dalam hadits :

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

"Sedekah tidaklah mengurangi harta."[14]

11. Merupakan sebab turunnya banyak kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا

"Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, melainkan mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan."[15]

12. Zakat akan meredam murka Allah.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits :

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

"Sedekah itu dapat memamkan murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek."[16]

13. Dosa akan terampuni.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

"Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api."[17] [18]


Sumber :

* Kitab Syarhul Mumti' 'ala Zaadil Mustaqni' : 6 ; 7-11.

* Muslim.Or.Id

* [11] HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45

* [12] HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

* [13] HR. Ahmad 4: 147. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih.

* [14] HR. Muslim no. 2558.

* [15] HR. Ibnu Majah no. 4019. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

* [16] HR. Tirmidzi no. 664. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib dari sisi ini.

* [17] HR. Tirmidzi no. 614. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

* [18] Keutamaan menunaikan zakat ini diringkas dari kitab Syarhul Mumti' 'ala Zaadil Mustaqni' : 6 ; 7-11.

***


ALHAMDULILLAH... Semoga Bermanfaat...!!
 
RUMAH GURAH SURABAYA : Jl. Padmosusastro No.102-B (daerah Pakis Wetan) +/- 100 M ke Arah Selatan dari GELORA PANCASILA Surabaya 60241
Proudly powered by BloggerTemplate Created by Mas Template Published by RUMAH GURAH SURABAYA